Cara Menasehati Pemerintah
Cara Menasehati Pemerintah
Dari Ibnu Hakam meriwayatkan, bahwa Nabi bersabda, ”Barangsiapa yang ingin menasihati pemimpin, maka tidak dapat dilakukan secara terang-terangan. Akan tetapi, dia mengharapkan dia di tempat yang sepi. Jika menerima nasihat, itu sangat baik. Dan jika tidak menerimanya, maka kamu telah menyampaikan kewajiban. ”(HR. Imam Ahmad)
Syaikh bin Baz berkata, “Menasihati para pemimpin dengan cara terang-terangan melalui mimbar-mimbar atau tempat-tempat umum, bukan (merupakan) cara atau manhaj Salaf. Sebab, hal itu akan dipersiapkan keresahan dan menelurkan martabat para pemimpin. Akan tetapi, (cara) manhaj Salaf dalam menasihati pemimpin yaitu dengan mendatanginya, mengirim surat atau mengucapkan salah satu ulama yang dikenal untuk Menyerahkan bantuan tersebut.
Imam Syafi'i berkata, “Barangsiapa yang menasihati membaca dengan jari, maka ia telah menasihati dan menghiasinya. Dan barangsiapa yang pria pendapatinya dengan terang-terangan, maka ia telah mempermalukan dan merusaknya.
Imam Fudhail bin Iyadh berkata, “Orang mukmin menasihati dengan cara rahasia; dan orang jahat menasihati dengan cara melecehkan dan memaki-maki.
Dari Ibnu Hakam meriwayatkan, bahwa Nabi bersabda, ”Barangsiapa yang ingin menasihati pemimpin, maka tidak dapat dilakukan secara terang-terangan. Akan tetapi, dia mengharapkan dia di tempat yang sepi. Jika menerima nasihat, itu sangat baik. Dan jika tidak menerimanya, maka kamu telah menyampaikan kewajiban. ”(HR. Imam Ahmad)
Syaikh bin Baz berkata, “Menasihati para pemimpin dengan cara terang-terangan melalui mimbar-mimbar atau tempat-tempat umum, bukan (merupakan) cara atau manhaj Salaf. Sebab, hal itu akan dipersiapkan keresahan dan menelurkan martabat para pemimpin. Akan tetapi, (cara) manhaj Salaf dalam menasihati pemimpin yaitu dengan mendatanginya, mengirim surat atau mengucapkan salah satu ulama yang dikenal untuk Menyerahkan bantuan tersebut.
Imam Syafi'i berkata, “Barangsiapa yang menasihati membaca dengan jari, maka ia telah menasihati dan menghiasinya. Dan barangsiapa yang pria pendapatinya dengan terang-terangan, maka ia telah mempermalukan dan merusaknya.
Imam Fudhail bin Iyadh berkata, “Orang mukmin menasihati dengan cara rahasia; dan orang jahat menasihati dengan cara melecehkan dan memaki-maki.
Comments
Post a Comment