Thuma'ninah Dalam Sholat
SHALAT TARAWIH SUPER NGEBUT
Ingat dari 17 rukun shalat ada thuma’ninah kompilasi ruku ', iidal, sujud, dan duduk antara dua sujud. Thuma’ninah adalah penerbangan membaca tasbih (SUBHANALLOH). Ini saja baru baca "SUB", lantas sudah bangkit.
ITU EMANG SHALAT ATAU OLAHRAGA?
Kadar thuma’ninah dalam ruku 'dan sujud menurut ulama Syafi'iyah adalah tidak mendapat sekali bacaan tasbih. Lihat Al-Fiqhu Al-Manhaji karya Syaikh Prof. Dr. Musthofa Al-Bugho, dkk, hlm. 134.
Kalau di bawah kadar itu, berarti tidak ada thuma’ninah. Kalau tidak ada thuma’ninah berarti hilanglah rukun shalat dan membuat shalat tidak sah.
Syaikh 'Abdurrahman bin Qasim dalam Syarh Wazhaif Ramadhan, hlm. 136 mengatakan, “Banyak sekali imam yang melakukan shalat tarawih tanpa memakai nalar. Mereka melakukan tanpa ada thuma’ninah kompilasi ruku ’dan sujud. Termasuk thuma’ninah termasuk rukun shalat. Dalam shalat kita pun dituntut untuk menghadirkan hati dan mengambil Pelajaran dari ayat-ayat Allah yang dibaca. Tentu thuma’ninah dan khusyu ’tidak didapati mendandani seseorang yang ngebut dalam shalatnya. Jika mau mengungkapkan, sedikit raka'at namun rukun khusyu 'ruku' dan sujud itu lebih baik dari banyak raka'at namun dilakukan dengan yang jelas dalam shalat.
Jika mau dikata, mengerjakan shalat malam dengan 10 raka'at namun ada thuma’ninah lebih baik dari 20 raka'at dengan tergesa-gesa. Karena ruh shalat adalah kompilasi hati itu benar-benar menghadap Allah. ”
Ingat dari 17 rukun shalat ada thuma’ninah kompilasi ruku ', iidal, sujud, dan duduk antara dua sujud. Thuma’ninah adalah penerbangan membaca tasbih (SUBHANALLOH). Ini saja baru baca "SUB", lantas sudah bangkit.
ITU EMANG SHALAT ATAU OLAHRAGA?
Kadar thuma’ninah dalam ruku 'dan sujud menurut ulama Syafi'iyah adalah tidak mendapat sekali bacaan tasbih. Lihat Al-Fiqhu Al-Manhaji karya Syaikh Prof. Dr. Musthofa Al-Bugho, dkk, hlm. 134.
Kalau di bawah kadar itu, berarti tidak ada thuma’ninah. Kalau tidak ada thuma’ninah berarti hilanglah rukun shalat dan membuat shalat tidak sah.
Syaikh 'Abdurrahman bin Qasim dalam Syarh Wazhaif Ramadhan, hlm. 136 mengatakan, “Banyak sekali imam yang melakukan shalat tarawih tanpa memakai nalar. Mereka melakukan tanpa ada thuma’ninah kompilasi ruku ’dan sujud. Termasuk thuma’ninah termasuk rukun shalat. Dalam shalat kita pun dituntut untuk menghadirkan hati dan mengambil Pelajaran dari ayat-ayat Allah yang dibaca. Tentu thuma’ninah dan khusyu ’tidak didapati mendandani seseorang yang ngebut dalam shalatnya. Jika mau mengungkapkan, sedikit raka'at namun rukun khusyu 'ruku' dan sujud itu lebih baik dari banyak raka'at namun dilakukan dengan yang jelas dalam shalat.
Jika mau dikata, mengerjakan shalat malam dengan 10 raka'at namun ada thuma’ninah lebih baik dari 20 raka'at dengan tergesa-gesa. Karena ruh shalat adalah kompilasi hati itu benar-benar menghadap Allah. ”
Comments
Post a Comment